Kursi Roda

Tampilkan postingan dengan label Obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obesitas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Agustus 2012

Operasi dan Tulang

PENELITIAN baru mengungkapkan operasi penurunan berat badan pada kelompok remaja obesitas dapat berpengaruh buruk pada kekuatan tulang dan persendian. Kandungan mineral dalam tulang turun drastis karena ikut terbuang ketika operasi berlangsung.

"Dua tahun setelah operasi, kandungan mineral tulang pada remaja turun drastis 7,4%," kata dokter Anne-Marie Kaulfers, ketua penelitian dari Universitas South Alabama, AS.

Para ilmuwan menganalisis 60 remaja obesitas. "Hasilnya massa tulang turun dan itu dapat dilihat dari performa mereka ketika berkegiatan menggunakan kekuatan dan ketahanan tulang." tandas Kaulfers. (Health Day/NY/X-5)

Jumat, 10 Agustus 2012

Obesitas Bisa Menular

ORANG yang memiliki banyak teman berbadan gemuk atau menderita obesitas berisiko untuk ikut menjadi gemuk pula. Demikian hasil studi terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti di Universitas Arizona, Amerika Serikat, belum lama ini.

"Kita pasti bertanya bagaimana obesitas bisa menyebar di antara teman-teman dan anggota keluarga. Hal itu karena kita mempelajari mengenai ukuran tubuh yang dianggap normal dari teman-teman dan anggota keluarga kita. Karena itulah obesitas bisa menular," kata Daniel Hruschka yang memimpin studi tersebut.

Menurut Hruschka, secara langsung atau tidak langsung, para penderita obesitas  membujuk sahabat-sahabat mereka yang berbadan lebih kurus untuk makan lebih banyak dan berolahraga lebih sedikit sehingga berat badan mereka seukuran. (Telegraph/*/X-5)

Kamis, 09 Agustus 2012

Susu dan Obesitas

STUDI terhadap 7.000 anak di Inggris menemukan bahwa balita yang minum banyak susu formula cenderung mengalami obesitas saat usianya mencapai lima tahun. Hal itu karena balita yang terbiasa mengonsumsi susu berkalori tinggi dalam jumlah besar cenderung menyukai makanan yang menggemukan saat dia besar.

"Sekitar 30% balita yang masih minum dari botol saat telah berusia 24 bulan memiliki kecenderungan menjadi gemuk saat berusia 5,5 tahun. Dalam penelitian itu, kami juga memperhitungkan berat badan ibu, berat badan anak ketika lahir, dan faktor-faktor lainnya, "kata doketer Robert Whitaker dari Temple University.

Sudah lumrah bayi-bayi yang diberi susu formula lebih cepat gemuk daripada mereka yang disusui secara alami. Bahkan, hingga kini masih ada orang tua terus memberikan susu sapi botolan kepada balita pada siang hari atau menjelang tidur. Padahal lazimnya sejak usia enam bulan, balita sudah mulai berpindah ke makanan padat. (Telegraph/*/X-5) 

Rabu, 01 Agustus 2012

Larangan Minuman yang Sangat Manis di New York, Amerika Serikat

Wali kota New York Michael Bloomberg kembali memperkenalkan gaya hidup sehat. Kemarin, dia mengusulkan larangan minuman yang sangat manis, dan mungkin akan efektif mulai Maret 2013. Bloomberg menyebutkan, kegemukan adalah sebuah "epidemi". "Kegemukan adalah epidemi yang terjadi di negara ini. Persentase dari orang yang kegemukan terus melonjak," ujar Bloomberg. Larangan wali kota kaya raya itu tidak perlu disetujui dewan kota. Kelak, Bloomberg akan melarang minuman bersoda dengan volume lebih dari 0,47 liter. Aturan baru itu ditujukan kepada restoran cepat saji dan tempat hiburan umum seperti stadion. Aturan ini tdiak termasuk minuman ringan di supermarket atau minuman beralkohol. Selain soal kegemukan, Bloomberg telah terlebih dahulu melarang warganya merokok di kantor, bar, lapangan parkir, dan pantai. (APF/JOE)

Gen Obesitas dan Pola Makan

PARA peneliti di Pusat Penelitian Diabetes dan Pengendalian Berat Badan Rumah Sakit Miriam, AS, menyatakan seseorang dengan variasi 'gen obesitas' tertentu cenderung makan makanan dan camilan lebih banyak, mengonsumsi lebih banyak kalori per hari, dan sering memilih makanan berkadar lemak tinggi serta makanan manis jika dibandingkan dengan orang lain pada umumnya.

Dalam penelitian itu terungkap variasi tertentu dalam gen FTO dan BDFN yang sebelumnya dikaitkan dengan obesitas memungkinkan adanya keterkaitan pola makan yang mengakibatkan obesitas. FTO dan BDFN yang dinyatakan adalah bagian otak yang mengontrol makan serta nafsu makan. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition pada Juni ini juga menunjukkan risiko genetik obesitas dapat diminimalisasi dengan mengubah pola makan seseorang dan waspada terhadap pemilihan makanan.

Termasuk juga dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur. "Memahami bagaimana gen kita memengaruhi obesitas sangatlah penting untuk mencoba memahami penyakit obesitas. Namun penting untuk diingat bahwa dari sifat-sifat genetik saja tidak berarti obesitas tidak dapat dihindari," kata penulis utama Jeanne M McCaffery PhD dari Pusat Penelitian Diabetes dan Pengendalian Berat Badan Rumah Sakit Miriam.

Pilihan gaya hidup sangat penting untuk menentukan seberapa kurus atau gemuk seseorang terlepas dari sifat genetiknya. "Namun, dengan mengungkapkan penanda genetik, kita dapat menentukan intervensi di  masa depan untuk mengontrol obesitas bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan genetik." Para peneliti juga menemukan seseorang dengan variasi BDFN ternyata mengonsumsi susu, daging, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian dengan porsi lebih banyak. (Sciencedaily/*/L-2/Riset MI/M-1)